PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi EvolusionerBiologi

agen selektif

selective agent

Ringkasan Singkat

Faktor dalam lingkungan yang memberikan tekanan seleksi dan memicu terjadinya proses seleksi alam pada suatu organisme.

Agen selektif merupakan komponen lingkungan, baik biotik (seperti predator atau kompetitor) maupun abiotik (seperti iklim atau ketersediaan sumber daya), yang memengaruhi keberhasilan reproduksi individu dalam suatu populasi. Faktor-faktor ini memberikan tekanan seleksi yang menentukan sifat mana yang dianggap menguntungkan untuk kelangsungan hidup. Dalam jangka panjang, agen selektif mendorong terjadinya evolusi melalui mekanisme seleksi alam.

Dalam psikologi evolusioner, konsep ini digunakan untuk memahami mengapa perilaku atau sifat psikologis tertentu (seperti kerja sama atau ketakutan terhadap predator) berkembang pada manusia. Agen selektif di masa lalu membentuk struktur mental kita untuk mengatasi tantangan adaptif yang berulang. Dengan memahami agen selektif, kita dapat memperoleh wawasan tentang asal-usul perilaku manusia yang fundamental.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Buss, D. M. (2019). Evolutionary Psychology: The New Science of the Mind.
  • Darwin, C. (1859). On the Origin of Species.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback